Thursday, July 09, 2009

sajak terjemahan

Octavio Paz

Dengan Mata Memejam


Dengan mata memejam
Engkau menyala di dalam
Engkau batu yang buta

Malam lalu malam kupahat engkau
Dengan mata memejam
Engkau batu yang berterusterang

Kita pun jadi besar tak terukur
Hanya peduli engkau dan aku
dengan mata memejam

(terjemahan oleh Alfian Harfi)

Dengarkan Badai ini lebih dekat...

Sunday, June 21, 2009

sajak Meninggalkan Rumah

Meninggalkan Rumah

kau tampak begitu terhina
melewati jalan-jalan yang memperlakukanmu
dengan sengit
langit seperti mendung
sejak pertama kau melepaskan rumah
dari ingatan

masih saja kau ingin pulang
merebahkan diri di ranjang, beranjak ke dapur
dan merenung di ruang belakang
mencomot satu demi satu kenangan
membuat hatimu terus-terusan basah

kenapa tak kau biarkan saja
angin merampas semuanya
dan merelakan hujan menciptakan
muara untuknya
tak ada apa-apa lagi setelah ia
membanting pintu dan membawa segalanya

mungkin ia akan kembali
tapi waktu tak pernah diam di situ saja
kau ingin berjalan-jalan sebentar
jalan-jalan adalah labirin, orang-orang
menghabiskan banyak usia di sana

kau terlambat menyadari
bahwa kau benar-benar sendiri
tak ada alamat yang pasti
dan kau akan tersesat jua akhirnya

april, 2009

Dengarkan Badai ini lebih dekat...

Sunday, June 07, 2009

AKU MAU POSTING LAGI NIH


KAngennnnn








Aku rindu

Dengarkan Badai ini lebih dekat...

AKU MAU POSTING LAGI NIH


KAngennnnn

Dengarkan Badai ini lebih dekat...

Friday, February 06, 2009

Sebuah Rencana Besar yang Baru rencana II


Berjalan Kaki, Menapaki Pulau-pulau Kecil, Tidur di Tenda dan kantor Polisi, merampoki Orang-orang yang Kenal, Mengamen, Menumpang Mobil, Kelelahan, dan Sekarat Hampir Mati....

Amboi.. bayangkanlah saudara-saudara jika hal ini kita alami... tadinya saya berpikir, comment di blog saya ini akan penuh dnegan komentar ini itu, sinis dan berebut ingin ikut. ah, aku baru sadar siapa juga yang sempat baca-baca blog ini.
sumpah, saya tidak akan putus asa. Saya sudah benar-benar meniatkan ini. seratus persen malah. Saya juga tak mau terburu-buru melakukannya dalam waktu dekat. Saya mengulang 21 SKS semester ini. Sepuluh mata kuliah, enam hari dalam seminggu. Bahkan hari minggu pun saya harus tetap lu;iah. bayangkan saudara-saudara, saya yang pemalas ini, tak pernah bisa bangun pagi akan mencoba menjadi mahasiswa mulai senin depan ini. oohh...!

tapi perjalanan ini ingin saya lakukan di akhir tahun. Setidaknya Desember sampai Februari. Tiga bulan penuh. itu sekurang-kurangnya lo.

Oi saudaraku dengarlah, dari Yogya kita akan mengambil jalur ke Utara, Magelang Menuju Semarang. Pesisir Utara, kau dengar? kita akan menaklukan Pesisir Utara Pulau Jawa bagian Timur, menuju Demak, Kudus, Pati, Rembang, Gresik, Bukan Tidak Mungkin kita menelikung ke Purwodadi, Bojonegoro atau Lamongan. Pasti, pasti kita akan ke Jombang lalu mungkin ke Siduarjo sebelum sampai di Surabaya. jangan berhenti dulu, kita akan terus ke Bangkalan Hingga Sumenep dan menelusuri pulau-pulau kecilnya. kita tentu juga akan menyusuri pulau-pulau yang ada kehidupan di perairan Utara Jawa itu.

bagaimana menurutmu?

setelah itu, dengan sangat demokratis kita akan menentukan jalur selanjutnya. apakah berlayar ke Kalimantan, atau menyusuri pulau-pulau di sebeeh Timur Madura dulu?

Aih, aih. aku sedang mencoba menyisihkan uang untuk membeli peta propinsi di Indonesia. Atlas kadang tak cukup banyak memuat tempat-tempat tertentu dan ebberapa pulau akan terhapus karenanya. dan yang paling susuah mencari peta-peta 33 (benarkah 33) provinsi itu. ada yang bisa membantu?

Sepanjang jalan, hal-hal yang saya garis tebal di atas bukan tidak mungkin kita alami. naik omprengan, seharian tak bisa berjalan, tersesat dan dikerjai orang-orang setempat. bisa jadi kita berpuasa seharian. sebab satu-satunya penghasolan kita adalah mengamen, membacakan puisi dan memainkan gitar atau biola. saya paham, hanya akan cukup untuk makan kita saja, dua-tiga orang. bukan tidak mungkin suatu kelompok tidak mengerti nilai seni yang kita lakukan dan menganggap anak-anak muda tidak waras dan kurang kerjaan. dan kukatakan, kita tidak akan dikerumuni orang-orang, sebagaimana bule-bule lewat di depan rumahku sewaktu aku kecil dengan sepedanya, orang-orang akan berseru-seru, "Bule.. bule... Hawai yu? Stop hir! Stop hir!" kami anak-anak sekolah yang sering melakukan itu. dan kalau bule itu tersenyum dan melihat kami... alamak, kembang kempis hidung ini.

tapi bukan itu yang membuatku ingin menyusuri negara republik Indonesia, yang terdiri dari beribu-ribu pulau dan suku bangsa. entahlah, saya tak cukup kuat menyampaikan alasan-alasan saya. nantilah pada fragmen berikutnya akan coba saya tulis alasan-alasan saya ingin melakukan perjalanan ini.

saya belum cukup data untuk mengumpulkan syarat-syarat perjalanan. lain kali saya lanjutkan, ya?

Dengarkan Badai ini lebih dekat...

Thursday, February 05, 2009

sebuah rencana besar yang baru rencana I

Keliling Indonesia I

tiba-tiba saya ingin berkeinginan keliling indonesia, jalan kaki. travelling, backpacker atau apalah istilahnya. Dan ini sungguh-sungguh. Setidaknya, awal tahun depan saya sudah melaksanakan kerja ini, sebelum umur saya pas 27 tahun. Sebelum kematian saya yang pertama. Saya ingin melakukan sebuah misi hebat. melakukan perjalanan dengan kantong kosong, menulisnya dalam catatan harian, dan berharap banyak hal kutemukan selain lelah tentu saja.

keliling indonesia. Amboi! apa yang saya pikirkan ini?

Sederhana saja. saya tidak berhayal akan mengelilingi Eropa sampai Zaire Afrika, tidak juga mengelilingi Eropa, museum da tempat berkelas lainnya, menuliskannya dalam buku-buku laris semacam Edensor (salah satu trilogi Laskar Pelangi itu) atauMenyusuri Lorong-lorong Dunia yang dua jilid itu.

aku tentu saja ingin menulis perjalanan keliling Indonesia ini menjadi sebuah buku. bukan buku paduan wasata yang akan bercerita keelokan pantainya, ketinggian gunung, tempat menginap yang murah dan nyaman dan tentu saja bukan soal kulinernya. bukan takut latah, tapi aku kurang suka, seolah wisata hanya belanja, belanja dan makan.

adakah seseorang bersepakat denganku dan menepuk pundakku memintaku berada dalam timnya untuk menyusuri jagat nusantara nan elok dan eksotik ini. aku hanya butuh dua-tiga orang kawan perjalanan, sudah termasuk dengan diriku.

sepanjang jalan kami (aku dan kalian yang tiba-tiba berminat) hidup dari cara yang menyedihkan, membacakan puisi di jalan-jalan, kuharap seseorang bisa memaikan biola dan seorang lagi pintar bermain sulat dan satu diantara dua kawanku seorang anggota mapala setidaknya pernah tinggal di alam liar, mengepak barang, dan seorang yang lain seoarng negosiator yang handal.

dari satu kota ke kota lain aku ingin kami berada di sana satu-dua hari agar tidak sekedar singgah tapi merasakan suasana yang ada.

banyak lagi yang ingin kutulis soal perjalanan ini. salah satunya adalah persoalan poin-poin yang harus dicatat dan menjadi kewajiban sebelum mulai perjalanan dan selama perjalanan. ini sungguh berat, sangat berat. demi tuhan ini akan sangat menyakitkan.

besok lagi kutuliskan rahasia ini.

NB: perjalanan ini aku ingion hanya tiga orang saja. dua cowok dan satu cewek. dengan latar belakang yang berbeda.

siap menyusuri sudut terjkecil dari ibu pertiwi ini. sebagai catatan, mungkin kita akan mati di laut, terkapar di got dan semacamnya. jadi hanya untuk yang berani mati saja.

bersambung ya?

Dengarkan Badai ini lebih dekat...

hanya ingin mengenang

Dengarkan Badai ini lebih dekat...