
Berjalan Kaki, Menapaki Pulau-pulau Kecil, Tidur di Tenda dan kantor Polisi, merampoki Orang-orang yang Kenal, Mengamen, Menumpang Mobil, Kelelahan, dan Sekarat Hampir Mati....
Amboi.. bayangkanlah saudara-saudara jika hal ini kita alami... tadinya saya berpikir, comment di blog saya ini akan penuh dnegan komentar ini itu, sinis dan berebut ingin ikut. ah, aku baru sadar siapa juga yang sempat baca-baca blog ini.
sumpah, saya tidak akan putus asa. Saya sudah benar-benar meniatkan ini. seratus persen malah. Saya juga tak mau terburu-buru melakukannya dalam waktu dekat. Saya mengulang 21 SKS semester ini. Sepuluh mata kuliah, enam hari dalam seminggu. Bahkan hari minggu pun saya harus tetap lu;iah. bayangkan saudara-saudara, saya yang pemalas ini, tak pernah bisa bangun pagi akan mencoba menjadi mahasiswa mulai senin depan ini. oohh...!
tapi perjalanan ini ingin saya lakukan di akhir tahun. Setidaknya Desember sampai Februari. Tiga bulan penuh. itu sekurang-kurangnya lo.
Oi saudaraku dengarlah, dari Yogya kita akan mengambil jalur ke Utara, Magelang Menuju Semarang. Pesisir Utara, kau dengar? kita akan menaklukan Pesisir Utara Pulau Jawa bagian Timur, menuju Demak, Kudus, Pati, Rembang, Gresik, Bukan Tidak Mungkin kita menelikung ke Purwodadi, Bojonegoro atau Lamongan. Pasti, pasti kita akan ke Jombang lalu mungkin ke Siduarjo sebelum sampai di Surabaya. jangan berhenti dulu, kita akan terus ke Bangkalan Hingga Sumenep dan menelusuri pulau-pulau kecilnya. kita tentu juga akan menyusuri pulau-pulau yang ada kehidupan di perairan Utara Jawa itu.
bagaimana menurutmu?
setelah itu, dengan sangat demokratis kita akan menentukan jalur selanjutnya. apakah berlayar ke Kalimantan, atau menyusuri pulau-pulau di sebeeh Timur Madura dulu?
Aih, aih. aku sedang mencoba menyisihkan uang untuk membeli peta propinsi di Indonesia. Atlas kadang tak cukup banyak memuat tempat-tempat tertentu dan ebberapa pulau akan terhapus karenanya. dan yang paling susuah mencari peta-peta 33 (benarkah 33) provinsi itu. ada yang bisa membantu?
Sepanjang jalan, hal-hal yang saya garis tebal di atas bukan tidak mungkin kita alami. naik omprengan, seharian tak bisa berjalan, tersesat dan dikerjai orang-orang setempat. bisa jadi kita berpuasa seharian. sebab satu-satunya penghasolan kita adalah mengamen, membacakan puisi dan memainkan gitar atau biola. saya paham, hanya akan cukup untuk makan kita saja, dua-tiga orang. bukan tidak mungkin suatu kelompok tidak mengerti nilai seni yang kita lakukan dan menganggap anak-anak muda tidak waras dan kurang kerjaan. dan kukatakan, kita tidak akan dikerumuni orang-orang, sebagaimana bule-bule lewat di depan rumahku sewaktu aku kecil dengan sepedanya, orang-orang akan berseru-seru, "Bule.. bule... Hawai yu? Stop hir! Stop hir!" kami anak-anak sekolah yang sering melakukan itu. dan kalau bule itu tersenyum dan melihat kami... alamak, kembang kempis hidung ini.
tapi bukan itu yang membuatku ingin menyusuri negara republik Indonesia, yang terdiri dari beribu-ribu pulau dan suku bangsa. entahlah, saya tak cukup kuat menyampaikan alasan-alasan saya. nantilah pada fragmen berikutnya akan coba saya tulis alasan-alasan saya ingin melakukan perjalanan ini.
saya belum cukup data untuk mengumpulkan syarat-syarat perjalanan. lain kali saya lanjutkan, ya?
Dengarkan Badai ini lebih dekat...